Diana Normiati tak kenal lelah mengajar sebagai guru honorer di SDN 18 Lubuk Kedang, Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang. Saban harinya Diana selalu datang tepat waktu, duduk di meja guru, sembari mempersiapkan bekal mata pelajaran untuk anak didiknya.

Di balik semangatnya, Diana harus bersabar menghadapi kenyataan karena upahnya mengajar jauh dari kata layak. Setiap bulannya Diana hanya dibayar Rp160.000,- dan itu pun diberikan per tiga bulan. Tentu jumlah yang tak banyak untuk digunakan mencukupi kebutuhan sehari-hari Diana dan keluarga.

Diketahui Diana telah bekerja menjadi guru honorer di sekolah tersebut sejak 16 Juli 2007. Meski begitu, setelah 13 tahun mengabdi, statusnya masih tetap sebagai guru honorer. Diana ingat betul, saat itu ia baru saja menyelesaikan bangku SMA pada tahun 2007. Berprofesi menjadi seorang guru bukanlah keinginan sejak kecil.

Tapi, saat itu, Kepala Sekolah SDN 18 Lebuk Kedang meminta bantuannya untuk membantu mengajar di sekolah dasar tersebut. Hal ini karena di desanya, hanya Diana yang berhasil menyelesaikan sekolah hingga tamat SMA.

Terlebih saat itu SDN Nanga Kelapan sedang kekurangan tenaga pengajar. Hal ini karena infrastruktur menuju ke SD tersebut rusak dan berliku sehingga tak semua guru dari daerah atau kota lain mau mengajar di SD tersebut.

Sebagai seseorang yang besar dan lahir di tempat tersebut, Diana merasa tergugah untuk memajukan pendidikan di desanya. Keprihatinan tentang pendidikan jadi alasan utama Diana berjuang untuk generasi muda dan anak-anak di desanya. Meski ia masih lulusan SMA, namun hal itu tak menghambatnya untuk terus belajar lebih giat.

Kisah kegigihan Diana ini adalah salah satu alasan mengapa ia berhak mendapatkan kebaikan dari Produk Asuransi Syariah. Pengorbanan dan perjuangan Diana untuk memajukan pendidikan di desanya harus didukung dan diapresiasi.

Produk asuransi ini adalah produk asuransi jiwa yang memberikan perlindungan sekaligus investasi bagi keluarga bahkan ketika Anda sudah meninggal dunia. Produk asuransi ini tentunya sangat  berguna bagi keberlangsungan dan kesejahteraan hidup keluarga Diana sehingga ahli waris mampu melanjutkan perjuangannya di bidang pendidikan.

Keinginan Mencerdaskan Anak-Anak di Desanya Jadi Tujuan Utama

Meski upah yang diberikan tak besar, Diana tetap bertahan. Ia merasa memiliki tanggung jawab untuk terus memajukan dan mencerdaskan anak-anak di desanya. Diana mengaku meski tak mendapat upah yang layak, namun ia memperoleh kepuasan tersendiri dengan berbagi ilmu dengan anak-anak di desa yang membutuhkan.

Menurutnya, untuk apa ilmu tinggi jika tak bermanfaat bagi orang lain. Namun, tak dipungkiri, Diana tentu berharap adanya perhatian dari pemerintah setempat dengan memberikan upah yang layak bagi guru honorer di tempat terpencil seperti dirinya.

Perjuangan dan pengorbanan Diana ini perlu dijadikan motivasi bagi banyak orang terlebih bagi mereka yang bercita-cita sebagai tenaga pendidik atau pejabat daerah. Maka tak dipungkiri jika kegigihannya pantas untuk mendapatkan Asuransi Syariah Indonesia dari Allianz.

Apa yang dilakukan oleh Diana ini sejalan dengan kampanye #AwaliDenganKebaikan yang kini gencar digaungkan oleh Allianz. Kampanye ini bertujuan untuk menyadarkan kita bahwa ada banyak kebaikan yang bisa dilakukan jika ada kemauan dan tujuan untuk memberikan kebaikan terhadap sesama.

Jika Anda ingin membantu mereka yang berjuang dalam kebaikan, Anda juga bisa membantu sesama dengan bergabung menjadi anggota asuransi Allisya Protection Plus. Dengan konsep tolong menolong, Anda bisa iuran untuk membantu sesama yang sedang mengalami musibah. Sesuai dengan kampanye yang dilakukan oleh Allianz, memudahkan Anda bisa berbuat kebaikan tak hanya untuk diri sendiri namun juga bermanfaat bagi banyak orang.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *